Pernah nggak sih ngerasa kangen sama orang tapi gengsi atau takut banget ngomongnya. Either itu karena dia nggak tau kalo lu suka dia atau bahkan lu merindukan orang yang salah. You tried so hard to overcome kerinduan itu dengan banyaaak hal kayak kerja, hang out sama temen, main game, dll. But in the end of the day, you're still missing this person. Ternyata kata-kata "i miss you so much"juga bisa jadi kata yang cuman bisa terkubur dan nggak terucapkan. Dan ternyata kangen orang itu beneran berat kayak dilan bilang. Berat ketika lu nggak bisa ngomong langsung kalo lu kangen banget sama orang itu. I miss you.
Pernah nggak sih jatuh hati sama klien sendiri? Bingung harus mengutamakan yang mana? Hati atau profesionalitas? Yas, that's what I feel lately! Ada satu projek yang membuatku jatuh hati dengan salah satu klienku. Projek yang awalnya menyesal kuambil but it turns out becoming love-hate project! :( Yang awalnya super bete dengan klien yang maunya detail bangeetttt dan minta revisi terus, and turns out ke tahap menanti kapan ada meeting dan ketemu doi. Yang awalnya bener-bener nempatin diri untuk profesional secara gestur, perilaku, dan gaya bahasa, and turns out jadi apa adanya bahkan bisa jadi sedikit manja ke doi. WHATTT?!!! I know he's out of my leauge. Orang yang tidak bisa tersentuh apalagi di miliki olehku. But, knowing that he's out of my leauge itu nggak buat aku mundur malah makin menggebu-gebu. Aneh kan?! Apalagi ditambah meeting-meeting yang penuh dengan diskusi asik, canda tawa, dan hal-hal lain di luar project. Adududuh. Malah semakin attach sama orang...