Langsung ke konten utama

Hati Vs Profesionalitas

Pernah nggak sih jatuh hati sama klien sendiri?
Bingung harus mengutamakan yang mana? Hati atau profesionalitas?
Yas, that's what I feel lately!

Ada satu projek yang membuatku jatuh hati dengan salah satu klienku. Projek yang awalnya menyesal kuambil but it turns out becoming love-hate project! :(
Yang awalnya super bete dengan klien yang maunya detail bangeetttt dan minta revisi terus, and turns out ke tahap menanti kapan ada meeting dan ketemu doi.
Yang awalnya bener-bener nempatin diri untuk profesional secara gestur, perilaku, dan gaya bahasa, and turns out jadi apa adanya bahkan bisa jadi sedikit manja ke doi. WHATTT?!!!

I know he's out of my leauge. Orang yang tidak bisa tersentuh apalagi di miliki olehku.
But, knowing that he's out of my leauge itu nggak buat aku mundur malah makin menggebu-gebu. Aneh kan?!
Apalagi ditambah meeting-meeting yang penuh dengan diskusi asik, canda tawa, dan hal-hal lain di luar project. Adududuh. Malah semakin attach sama orang itu.

I must say He's really a great guy meskipun ada beberapa hal yang super bikin bete kayak super perfeksionis dan agak nyentrik dalam berpikir. He's smart, he's polite and super kind, he's passionate, he's loyal and he puts family in the first place. His flaws akhirnya ketutup sama semua hal baik yang ada dirinya.

But man! really? kok bisa jatuh hati sama klien sendiri?
Apa ini karena pribahasa jawa "Witing tresno jalaran soko kulino"??
Cinta yang tumbuh karena terbiasa: terbiasa bertemu dan terbiasa bersama.

Hari ini, tepat setelah 1 bulan bersama mengerjakan projek, akhirnya projek pun selesai. Tentu ada perasaan senang akhirnya bisa selesai juga projeknya dan nggak usah revisi-revisi lagi. Tapiiii...
Di satu sisi, sempet sedih banget karena bakalan nggak ketemu doi lagi. :((((
Apalagi doi mau ulang tahun sekitar 2 minggu lagi. Nggak bisa meeting and say happy birthday.

So sad!
But that's life, sometimes we can't have whoever we want.
For you, Thanks for the past 1 month working together! It's been annoying but lovely days. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear you..

Hey, kamu.. Tau nggak sih sebenernya apa yg aku lakukan selama ini buat menarik perhatianmu? Hal itu lah yg tercetus di pikiran saat dia menyalahkanku krn aku suka meremehkannya.. Hoiiii.. Itu cuman bercanda dan itu satu-satu cara untuk aku bisa deket sama kamu.. Satu-satunya cara untuk aku bisa kamu sentuh dgn pukulan pelan, satu-satunya cara kamu menatap mataku, satu-satunya cara untuk aku bisa berkomunikasi melalui setiap perdebatan.. Apa itu semua salah? Ya, aku tau itu salah tapi aku pun tak punya pilihan lain. Can you just see it through my eyes? I've loved you since 4 years ago, dude. Aku tau kamu belum bisa melihatku sebagai seorang perempuan yg menarik perhatianmu seperti yg lain. But i'm trying to be that girl.. Berusaha untuk menjadi lebih feminim, lebih dewasa, lebih care.. Dalam beberapa minggu ini mungkin menjadi minggu-minggu terakhir sebelum kita berpisah. Ya mungkin kamu tidak begitu jauh, tapi hati ini tidak bisa bohong untuk tidak menjadi sedih.. Ming...

Sucks!

Pernah gk sih lu ngerasa kalab terus sama org. Org selalu kasi dia spot light sedangkan lu trying so hard to get that spot light. Pengen muarah triak triak tp ya gk bisa akhirnya nangis di pojokan. Damn! Why is she so perfect?!!!

Jatuh Hati VS Jatuh Cinta

Jatuh hati dan jatuh cinta adalah 2 hal yang cukup berbeda. Mungkin kalian mengira hal itu adalah sama saja, tapi nope, it's obviously a different thing. Jatuh hati adalah moment di mana kamu kagum dengan seseorang karena beberapa hal seperti secara fisik maupun personality. Kamu masih blm bisa menimbang perasaanmu lbh jauh dan itu sangat terpengaruh dgn first impression, i guess. But, tahap ini bisa berkembang ke tahap berikutnya yaitu jatuh cinta. Sedangkan kalo jatuh cinta adalah moment di mana km tau semua hal (positif maupun negatif) tentang orang itu, tapi km tetap berkata "Yap, he or she is the right one." Dalam tahap ini kamu sudah cukup mengenal org tersebut dan menimbang perasaanmu dgn cukup matang. Tentunya kedua tahap ini memiliki reward maupun konsekuensi yg berbeda pula. So, yg mana yg km alami sekarang? Think straight and don't be rush on love :) *inspired by Raisa song - jatuh hati